Penerapan Action Research untuk Layanan Konseling

Penerapan Action Research untuk Layanan Konseling [*]

Oleh:

Dr.LATIPUN.M.Kes

(Universitas Muhammadiyah Malang)

Pernahkah Anda merasa bahwa layanan konseling tak berjalan di sekolah? Atau layanan konseling yang kita berikan tidak mencapai hasil yang diharapkan? Pernahkah mengamati hasil hasil layanan konseling yang Anda lakukan dan diketahui bahwa cara terentu memperoleh hasil yang optimal? Pernahkan Anda merasa kecewa karena apa yang telah Anda jalankan bertahun-tahun tidak memperoleh hasil yang memuaskan hati?

Pertanyaan di atas perlu diajukan kepada konselor sekolah, karena kemungkinan layanan konseling merupakan pekerjaan yang dianggap:

  • Kurang dirasakan manfaatnya oleh klien.
  • Sulit diketahui hasilnya oleh konselor sendiri.
  • Tidak memberi kekuatan dan sumbangan bagi proses pembelajaran di sekolah.
  • Investasi yang terlalu mahal dibandingkan dengan hasil yang diperolehnya.

Sebagai suatu layanan, konseling semestinya dapat dilaksanakan dan dinikmati dan diketahui hasilnya oleh semua pihak: klien, konselor, guru, kepala sekolah, orang tua, dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan sekolah.

Pandangan bahwa hasil konseling adalah “abstrak” harus dapat dirumuskan menjadi lebih konkrit dan terukur. Jangan sampai konselor sendiri tidak memahami apa hasil yang dicapainya bertahun-tahun berkantor di ruang konseling itu. Kita bekerja dan berprofesi sebagai konselor juga harus tidak puas jika hanya “bekerja” saja, tanpa memahami hasil yang dicapainya dan dapat dirasakan oleh pihak lain. Oleh karena itu perlu greget dan semangat dari konselor agar layanan yang diberikan itu lebih efektif dan menghasilkan sesuatu yang dapat dirasakan oleh semua pihak di sekolah.

Penelitian tindakan lebih merupakan kritik diri oleh konselor sendiri terhadap apa yang dikerjalan dan dicapai atas layanan yang dilakukannya. Kritik diri itu dilakukan untuk memperoleh hasil yang lebih baik, dengan mencari model layanan yang “tepat sasaran” sesuai dengan kasus yang dihadapi. Pertanyaan-pertanyaan di atas memberi dorongan kepada kita untuk mengkaji pendekatan/cara/teknik yang tepat dan kreatif sehingga hasil lebih optimal. Dan cara yang dianggap sesuai dengan menemukan pendekatan/cara/teknik kreatif itu adalah penelitian tindakan (action research).

Mengapa Penelitian Tindakan?

Penelitian pelayanan konseling pada dasarnya banyak ragamnya, di antaranya:

  • Penelitian dasar
  • Penelitian tindakan

Penelitian dasar dijalankan untuk keperluan merumuskan konsep-konsep dasar bidang ilmu tertentu (termasuk di bidang konseling), sedangkan penelitian tindakan  dilakukan kalangan paktisi untuk mengatasi masalah-masalah praktis dari lingkup pekerjaannya.

Yang mendasari dari penelitian tindakan adalah pandangan bahwa “tidak ada praktik yang sebaik teorinya”. Ini berarti bahwa layanan konseling yang kita lakukan mungkin tidak sebaik teorinya, dan semestinya secara terus menerus praktik yang kita lakukan perlu dievalusi secara terbuka setiap saat oleh siapapun.

Konselor selalu mencari dan menemukan cara yang tepat untuk menyelesaikan kasus yang dihadapi oleh klien-kliennya. Penelitian tindakan konseling (PTK) merupakan cara yang tepat untuk menemukan cara itu. Dengan demikian diharapkan layanan konseling yang kita lakukan memperoleh hasil yang lebih optimal.

Jelas bahwa layanan konseling menghadapi masalah praktis, khususnya berkenaan dengan kasus dan dihadapi dan hasil/out put yang diharapkan. Jadi, yang kita hadapi bukan soal teoritik dari proses konseling, tetapi aspek praktisnya. Tuntutan yang sewajarnya pada diri kita adalah hendak memperbaiki aspek-aspek praktis dari pelayanan konseling yang dirasakan masih kurang efektif.

Pengertian

Pada dasarnya penelitian tindakan merupakan penelitian yang dilakukan di dalam dunia praktis, oleh praktisi, untuk praktisi. Dalam sebuah rumusan diartikan suatu proses formal untuk perbaikan yang menuntut menemukan/mengetahui, menganalisis, menginterpretasi dan melakukan tindakan atas apa yang terjadi di dalam (kelas dan) sekolah.

Penelitian tindakan konseling (PTK) merupakan penelitian tindakan yang dilakukan untuk menemukan, menganalisis, menginterpretasikan dan melakukan tindakan tertentu berkaitan dengan berbagai aspek layanan konseling untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.

Hasil konseling yang optimal itu di antaranya berindikator sebagai berikut:

  • Persentase kehadiran siswa berkurang.
  • Peningkatan prestasi belajar
  • Peningkatan partisipasi belajar
  • Iklim belajar semaakin baik

Yang dapat diketahui dan pahami seluruh pihak yang berkepentingan di sekolah.

Dengan indikator yang lebih dirasakan manfaatnya oleh mereka ini PTK lebih terarah dan terfokus bagi perbaikan pelayanan yang diberikan selama ini. Penelitian yang kita lakukan menjadi terfokus untuk perbaikan dari apa yang kita lakukan daalam layanan konseling di sekolah.

Ciri Khas PTK

Berbeda dengan penelitian observasional yaitu mengamati gejala dari pihak luar, PTK dilakukan dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1.      Melibatkan secara aktif semua actor (partisipan) yaitu peneliti sendiri dan subjek penelitian dalam keseluruhan proses penelitian. Dengan demikian, PTK dilakukan sebagai teamwork antara peneliti dengan partisipannya untuk memperoleh hasil yang mtindakanmal.

2.      Kegiatan PTK dilakukan dengan siklus: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Kegiatan siklus ini berlangsung beberapa kali untuk menghasilkan suatu “tindakan” yang efektif sebagaimana maksud PTK itu dilakukan.

3.      Namanya saja merupakan penelitian tindakan, yang dipelajari/diteliti adalah tindakan tertentu untuk menghasilkan out put yang lebih baik.

Siklus dalam PTK

Siklus itu apa? Siklus merupakan rangkaian kegiatan penelitian dari perencanaan sampai dengan refleksi. Dalam setiap siklus mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  • Perencanaan strategis
  • Tindakan yaitu mengimplementasikan rencana
  • Observasi, evaluasi dan evaluasi diri.
  • Refleksi kritis dan kritik diri sebagai hasil dari poin 1-3 dan pembuatan keputusan untuk siklus AR berikutnya

1. Perencanaan

Perencanaan PTK merupakan persiapan yang dilakukan peneliti berkenaan dengan raancangan penelitian yang hendak dilakukan. Perencanaan ini mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  • Menetapkan fokus masalah penelitian
  • Siapa partisipan dalam penelitian tersebut
  • Merancang apa langkah-langkah yang hendak dilakukan untuk mengatasi masalah
  • Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam penelitian

Dengan demikian perencanaan PTK merupakan perumusan desain penelitian secara umum. Untuk membantu (mengarahkan) calon peneliti dalam tahap persiapan ini ada sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab:

  • Apa yang menjadi fokus masalah dalam penelitian ini?

Dalam penelitian konseling, focus masalah yang dapat dijadikan perhatian konselor yang melakukan PTK, misalnya: disiplin siswa, kesulitan belajar, hubungan social, kejenuhan belajar, dan penggunaan waktu luang yang produktif.

  • Siapa saja partisipan yang dilibatkan dalam PTK?

Bagi konselor sekolah, partisipan yang dilibatkan dalam penelitian PTK adalah siswa. Tetapi perlu ditetapkan siswa dengan criteria apa saja, misalnya satuan kelas, kelompok siswa yang bermasalah tertentu.

  • Apa tindakan yang hendak dilakukan sebagai soluasi atas masalah yang dihadapi?

Tindakan atau soluasi ini secara tentative dapat disiapkan peneliti, tetapi aktualnya dibicarakan bersama dengan partisipan PTK. Kesepakatan antara peneliti dengan partisipan akan memperkuat hasil yang akan diperolehnya. Di sini ciri PTK sebagai teamwork menjadi lebih konkrit, peneliti dapat menjadi fasilitatornya.

  • Bagaimana cara solusi itu dijalankan, dinilai, dan direfleksikan?

Inipun harus dibicakan bersama antara peneliti dengan partisipan PTK ketika pada tahap persiapan ini.

2. Tindakan

Tindakan adalah solusi yang dilakukan secara bersama-sama antara peneliti dengan partisipan sebagai alternative penyelesaian atas masalah yang tlah dirumuskan. Oleh karena itu dalam PTK, tindakan merupakan inti dari proses penelitian. Tindakan dijalankaan secara bersama-sama sesuai dengan desain yang telah disiapkan. Dengan demikian, tindakan merupakan proses lapangan dari PTK.

Sebagai panduan dalam menjalankan aktsi ini sejumlah pertayaan diajukan di sini:

  • Bagaimana tahap-tahap menjalankan tindakan?
  • Siapa-siapa yang terlibat dan apa peran setiap mereka
  • Bahan dan alat apa yang diperlukan dalam melakukan tindakan itu?

Supaya tindakan yang dilakukan berjalan secara baik, semua partisipan dilibatkan secara aktif dalam keseluruhan proses penelitian (mulai perencanaan sampai refleksi).

3. Observasi

Observasi merupakan alat untuk melihat perkembangan dari proses dan hasil yang dicapai dari PTK. Observasi dilakukan oleh peneliti dan semua partisipan dalam penelitian PTK. Observasi ini boleh dikatakan sebagai kegiatan pengukuran terhadap keseluruhan proses dan hasil penelitian. Semua peristiwa berkenaan dengan PTK sebaiknya dicatat berdasarkan hasil observasi oleh peneliti dan partisipan.

4. Refleksi

Refleksi merupakan perkembangan pemahaman yang dicapai/peroleh oleh peneliti dan partisipan. Dalam refleksi ini diharapkan partisipan dapat mengalami (menyadari dan mengungkapkan) perkembangan dan perubahan yang terjadi ketika proses penelitian berlangsung.

Refleksi dilakukan dengan diskusi dan tukar pikiran antara peneliti dengan partisipan tentang segala yang berkembang selama penelitian. Dalam PTK, pandangan dan perasaan partisipan tentang kegiatan tindakan yang diikuti dicatat dan direkam sebagai refeksi atas proses PTK yang dilakukan.

Untuk menghasilkan cara yang baik, dalam PTK dilakukan beberapa kali siklus sampai hasilnya benar-benar memuaskan. Umumnya PTK dilakukan tiga siklus, meskipun tidak menutup kemungkinan dapat kurang atau lebih bergantung kepada bagaimana hasil yang kita peroleh.

ptk konseling

Proses Penelitian Tindakan

Secara terperinci proses AR dapat dilakukan sebagai berikut:

  • Mereview (menilai, mempelajari) pengalaman praktis Anda.
  • Mengidentifikasi aspek-aspek yang ingin Anda tingkatkan
  • Membayangkan (memikirkan) cara yang dapat digunakan untuk perbaikan tersebut.
  • Uji coba terhadap cara perbaikan
  • Ambil cadangan dalam apa yang terjadi
  • Memodifikasi rencana berdasarkan apa yang ditimbulkan
  • Evaluasi tindakan Anda
  • Evaluasi dan perubahan anda hingga hasilnya memuaskan.

Menulis Laporan PTK

Pada dasarnya menulis laporan PTK disesuaikan dengan kehendak pihak yang berkepentingan dengan laporan tersebut. Dalam PTK di bidang konseing sekolah, pastilah laporan itu disesuaikan dengan kepentingan pihak misalnya pengawas pendidikan, kepala sekolah, atau departemen pendidikan. Sebenarnya tidak ada ketentuan khusus berkenaan dengan penulisan laporan ini.

Pada bagian ini akan dikemukakan sistematika laporan PTK yang dituliskan di Pelangi Pendidikan yang diterbitkan Departemen Pendidikan Nasional, yang dapat dijadikan acuan dalam penulisan laporan PTK. Sistematikanya sebagai berikut.

  • Pendahuluan
  • Kajian pustaka & hipotesis tindakan
  • Metodologi penelitian
  • Hasil penelitian dan pembahasan
  • Kesimpulan dan saran

1.      Pendahuluan

l  Latar belakang

l  Rumusan masalah

l  Tujuan penelitian

l  Manfaat penelitian

2.      Kajian pustaka & hipotesis tindakan

l  Kajian pustaka

l  Hipotesis tindakan

3.      Metodologi penelitian

l  Setting penelitian (waktu & tempat)

l  Persiapan penelitian (alat/ bahan)

l  Siklus penelitian (prosedur/ tahapan)

4.      Hasil penelitian & pembahasan

Perencanaan, pelaksanaan, hasil, dan refleksi pada:

l  Siklus I

l  Siklus II

l  Siklus III

5.      Kesimpulan & saran

l  Kesimpulan

l  Saran

Daftar Pustaka

Winter, R. 1996. Some principles and procedure for the conduct of action research. Dalam Zuber-Skreeeitt, O. (Editor). New directions in action research. London: The Falmer Press.

Merrill, C. 2004. Action research and technology education. The Technology Education, 63 (8): 1-6.

Cunningham, J.B. 1995. Strategic considerations in using action research for improving personnel practices. Public Personnel Management, 25 (4): 504-515.


[*] Makalah disampaikan pada Workshop Penelitian Tindakan Konseling yang diselenggarakan Ikatan Konselor Sekolah Indonesia Lombok Timur di Selong pada 10 Mei 2008.

About mgbkmalang

Blog tempat Guru BK Kab. Malang berbagi pengalaman dalam menangani berbagai persoalan Bimbingan Konseling di Sekolah
This entry was posted in pengembangan profesi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s