PENGGUNAAN VIDEOTERAPI

PENGGUNAAN VIDEOTERAPI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI INTERNAL PADA SISWA KELAS IXB DI SMP NEGERI 1 KASEMBON MALANG TAHUN PELAJARAN 2010 – 2011*)

Oleh : ARIEF MUSTAFA, S.Pd

Guru BK di SMP Negeri 1 Kasembon Malang

(KLIK DISINI UNTUK MELIHAT REAKSI PSIKOLOGIS SELAMA VIDEOTERAPI)

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Ketika dunia pendidikan masih dikuasai oleh penilaian-penilaian kognitif dan cenderung mengabaikan moralitas dan spiritualitas, maka hasilnya dapat kita lihat saat ini. Kerusakan moral generasi muda ; penyalahgunaan narkoba, pornografi, kekerasan, perkelahian, pergaulan seks bebas, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai pelajaran yang baik dll. Pada generasi yang terdahulu, dan telah memegang kekuasaan maka andil dunia pendidikan yang hanya mengandalkan aspek kognitif adalah melahirkan banyak koruptor dinegeri ini, penegak hukum yang merusak hukum itu sendiri, para politisi yang tidak mampu berempati dengan kesulitan hidup rakyatnya. Dunia pendidikan sebagai benteng terakhir tempat membentuk moralitas dan kepribadian seseorang telah lama mengalami degradasi dan penyempitan makna. Keberhasilan pendidikan diukur hanya dari ukuran-ukuran kognitif seperti nilai raport, nilai ujian nasional dan ujian sekolah.

Kesadaran akan “revolusi dunia pendidikan” mulai muncul baru ditahun 2010 ketika pemerintah melalui kementerian Pendidikan Nasional meluncurkan program “Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa”. Program ini diharapkan mampu membawa dunia pendidikan bukan hanya membangun kognitif siswa melainkan juga mengintegrasikan nilai-nilai mulia (18 nilai yang perlu dikembangkan guru) yang berkembang dimasyarakat kedalam setiap mata pelajaran. Nilai-nilai tersebut diantaranya; jujur, nilai spiritualitas, tanggung jawab, disiplin, cinta tanah air dll. Andaikata konsep kurikulum ini dapat diterima dan diimplementasikan oleh semua guru di Indonesia, maka dalam satu generasi kedepan akan lahir generasi baru yang lebih jujur, amanah dan adil. Meskipun, sayangnya, sampai hari ini, implementasinya ditingkat sekolah, mengalami masalah-masalah serius baik karena hambatan keterbatasan pemahaman guru terhadap kurikulum tersebut, sosialisasi yang kurang merata, bahkan terkadang, justru hambatan dari kepala sekolah sebagai penentu kebijakan setingkat sekolah.

Upaya menumbuhkan nilai-nilai moralitas dan spiritualitas melalui kurikulum Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dikalangan siswa, haruslah diupayakan untuk membangun benteng moralitas dan spiritualitas dari dalam diri siswa (motivasi internal). Motivasi internal sebagai dorongan yang tumbuh dari dalam diri siswa akan memiliki kekuatan dan daya tahan yang lebih lama bahkan barangkali akan dibawa nilai-nilai tersebut oleh siswa seumur hidupnya dan dijadikan jalan hidup yang terbaik. Motivasi internal akan muncul jika para guru mampu menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya nilai nilai spiritual dan moralitas untuk dijadikan pegangan hidup. Dengan memiliki kekuatan motivasi internal, dalam situasi dan lingkungan apapun, siswa tersebut tidak akan terpengaruh.

Banyak cara dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi internal diantaranya melalui internalisasi dari figur guru yang mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari perilaku religius dan bermoral, pemberian teladan. Bagi guru BK (Bimbingan Konseling) dapat menggunakan teknik-teknik dalam konseling pertumbuhan (developmental counseling) baik untuk konseling individual maupun kelompok, atau salah satunya yaitu; menggunakan videoterapi untuk meningkatkan motivasi internal siswa. Videoterapi itu sendiri merupakan salah satu teknik konseling yang menggunakan fasilitas teknologi audio visual (dengar – pandang) sebagai kekuatan mendorong proses dan kemajuan konseling.

Dalam kehidupan sehari-hari, video maupun film memiliki kekuatan dan pengaruh yang besar terhadap munculnya perilaku seseorang baik positif maupun perilaku negatif. Betapa banyak perilaku yang lahir akibat aspek peniruan (baca; imitasi perilaku). Disekolah, perilaku negatif siswa seringkali merupakan hasil peniruan perilaku para artis di TV maupun film-film seperti model rambut, cara berpakaian, cara berpacaran, cara bergaul, penggunaan narkoba dll. Konon ketika kasus mutilasi manusia pertama di Indonesia ditayangkan di TV akhir tahun 1989-an, banyak kriminolog yang meyakini bahwa, kasus serupa akan berdampak besar pada perilaku kriminal dimana perilaku mutilasi akan menjadi trend baru dalam pembunuhan, saat ini kasus tersebut hampir setiap tahun selalu terjadi. Ini menunjukkan pengaruh yang luar biasa dari video maupun film pada masyarakat secara umum. Konten dari sebuah video maupun film akan menentukan apakah perilaku imitasi tersebut akan bersifat negatif atau positif. Video atau film sebagai sebuah teknologi kekinian, sebenarnya bebas nilai. Teknologi bermanfaat jika digunakan untuk tujuan-tujuan baik sementara akan menghancurkan jika digunakan untuk tujuan-tujuan kurang baik. Video yang digunakan dalam teknik videoterapi adalah video maupun film yang mampu membangkitkan emosi dan perasaan klien atau siswa untuk terlibat didalamnya. Tumbuhnya emosi memberi jalan pencerahan (katarsis) sehingga muncul wawasan baru dan perilaku baru.

Dengan menggunakan videoterapi diharapkan tumbuhnya motivasi internal siswa. Motivasi internal yang diharapkan adalah kemampuan siswa untuk menggunakan nilai-nilai spiritual dan moralitas dalam kehidupan sehari-hari

B. RUMUSAN MASALAH

Dari latarbelakang diatas, maka masalah yang hendak diteliti dalam penelitian ini adalah ; 1. Apakah motivasi internal pada siswa kelas IX B SMPN I Kasembon dapat tumbuh setelah menjalani videoterapi ?

2. Bagaimana dampak emosional siswa SMPN 1 Kasembon Malang setelah menjalani videoterapi ?

 C. TUJUAN PENELITIAN

Berdasarkan rumusan masalah diatas, peneliti merumuskan tujuan penelitian sebagai berikut ;

1. Ingin mengetahui peningkatan motivasi internal pada siswa setelah menjalani videoterapi

2. Ingin mengetahui dampak emosional siswa selama dan setelah menjalani videoterapi

D. HIPOTESIS PENELITIAN

Hipotesis dalam penelitian ini adalah bahwa penggunaan videoterapi dapat meningkatkan motivasi internal siswa

E. MANFAAT PENELITIAN

Diharapkan penelitian ini memberi manfaat bagi ;

1. Siswa ; tumbuhnya motivasi internal setelah menjalani videoterapi

2. Guru BK ; guru BK memperoleh alternatif dalam model-model konseling dan psikoterapi

3. Peneliti ; Peneliti memperoleh wawasan baru dalam hal penerapan videoterapi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. MOTIVASI INTERNAL …………………………………….

B. PENGERTIAN VIDEO TERAPI

Dalam perkembangan teknologi digital saat ini yang sangat pesat, penggunaan video tidak lagi terbatas untuk tujuan-tujuan hiburan semata, melainkan telah merambah pada bidang konseling dan psikoterapi. Video sebagai sebuah sarana audio visual diyakini mampu mengubah perilaku seseorang.

Salah satu pengertian videoterapi diungkapkan dalam situs : http://www.psychologicalprespective.com sebagai berikut “Video therapy is a tool which harnesses the best of technology to enhance the process and progress of psychotherapy”. Video therapy consists of taping and viewing psychotherapy sessions to provide vivid, real-life, present-moment feedback to clients to help them understand feelings and dimensions of themselves otherwise hard to access.

Video memiliki kelebihan dalam mem-feedback kembali perasaan-perasaan, emosi dan masalah yang pernah dihadapi klien atau mengidentifikasi masalah klien dengan film yang dihadapi baik melalui penayangan film yang sesuai dengan masalah yang dihadapi maupun recording (perekaman) selama proses konseling yang telah dijalankan. Bahkan video dapat digunakan dengan menerapkan teknik roleplaying dimana klien dapat memainkan peran layaknya pemain film, atau menyusun naskah sendiri berkaitan dengan masalah yang dihadapi.

Videoterapi memberi jalan untuk membantu bagi konselor untuk memahami perasaan dan ekspresi klien ketika sedang berada diperistiwa-peristiwa yang menyentuh dirinya atau kehidupan nyata yang persis seperti yang dialaminya. Ada beberapa model yang dapat digunakan dalam videoterapi seperti ; pertama, penayangan film dan video yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi. Kedua, melihat kebelakang ekspresi klien selama menjalani proses konseling untuk mengetahui perasaan-perasaan dan ekspresi dibalik gesture dan mimik klien. Ketiga, menggunakan teknik role playing pada klien untuk memerankan adegan-adegan sesuai dengan masalah yang dihadapi. Teknik role playing ini, menggunakan naskah (skrip) layaknya naskah sinetron maupun film dimana pemerannya adalah klien dan konselor secara bergantian. Klien dapat diajak menyusun sendiri naskah yang akan diperankan sesuai dengan masalah yang dihadapinya.

Doctor Gaetano Giordano sejak tahun 1987 telah menerapkan praktik psikoterapi yang disebutnya sebagai Video Movie Therapy (VMT) pada kasus-kasus seperti ; panic syndrome (sindroma kepanikan), obsessive disorders (kekalutan obsesif), phobia (ketakutan-ketakutan), anxiety (kecemasan), dan depressive disorders (baca pada situs http://videotherapyreport.wordpress.com). Video Movie Therapy (VMT) diterapkan pada terapi kelompok yang terdiri dari 5 – 8 orang dimana setiap minggu bertemu selama 3,5 jam. Setiap anggota kelompok menyusun naskah, memainkan peran secara berbeda sebagai aktor dan mengikuti fase editing. Masing-masing scene ditulis dan dishooting sebelum ke scene berikutnya.

Sementara itu, Sharon Dole dan Joanna McMahan dalam artikelnya yang berjudul “Using Videotherapy to Help Adolescents Cope with Social and Emotional Problems” (baca di situs : http://www.questia.com) mengungkapkan penggunaan video terapi untuk mengatasi masalah kemampuan belajar yang rendah dan masalah-masalah perilaku siswa disekolah. Proses dan tujuan videoterapi yaitu guru dan siswa mendiskusikan tema dan karakter dalam cerita serta yang berhubungan dengan kehidupan siswa itu sendiri. Video terapi lebih dari sekedar melihat film dan mendiskusikannya tetapi melibatkan 3 tahapan yaitu ; identification, catharsis, dan insight (Afolayan, 1992). Pada tahap identifikasi, siswa mengidentifikasi dengan karakter dalam video atau film tersebut. Ketika, siswa telah terlibat secara emosi dengan video atau film maka katarsis muncul. Perasaan emosional siswa pada video atau film membuat siswa mengetahui bahwa tidak hanya mereka sendiri yang menghadapi masalah tersebut. Sebagai analisis karakter dari video atau film tersebut, siswa menggunakan ketrampilan berpikir kritis dan problem solving yang dapat mereka terapkan untuk mengubah perilaku.

C. VIDEOTERAPI DI SMPN 1 KASEMBON MALANG

Videoterapi diberikan dalam rangka meningkatkan motivasi internal siswa kelas IX. Motivasi ini diperlukan untuk mempersiapkan diri siswa menghadapi Ujian Nasional. Tumbuhnya motivasi internal sebagai kekuatan diri yang luar biasa akan muncul jika siswa dapat dikondisikan dalam situasi tertentu yang memungkinkan siswa untuk merenungkan kembali perilaku baik dalam belajar maupun dalam interaksi dengan siswa lain dan guru serta persepsi mereka terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Kekuatan motivasi internal akan mampu mengubah perilaku seseorang menjadi lebih baik dan percaya diri. Videoterapi yang digunakan dalam bimbingan kelompok di SMPN 1 Kasembon memanfaatkan video dari ESQ training yaitu Rahasia Menuju Sukses ESQ dan Guruku Sahabatku. Video ini merupakan penggabungan dua video yang berbeda dan berdurasi seluruhnya 27 menit 48 detik. Satu video tentang Rahasia menuju Sukses ESQ dengan motivator Ary Ginanjar Agustin berdurasi 12 menit (dikutip dari TVOne, 4 September 2010) dan disambung dengan video Guruku Sahabatku dari ESQ Training dengan motivator Ridwan Mukri, selama 15 menit 48 detik, setelah mengalami proses editing terlebih dahulu.

Kedua video tersebut dipilih karena dipandang dapat membawa suasana emosional siswa pada kenyataan sehari-hari terutama dalam hubungannya dengan guru – siswa dengan sudut pandang religius. Video ini penuh dengan sentuhan religius untuk menggugah emosi siswa sehingga muncul apa yang disebut oleh Sharon Dole dan Joanna McMahan yaitu ; identifikasi, katarsis dan insight (pemahaman).

Tahap-tahap pelaksanaan videoterapi di SMPN 1 Kasembon Malang diantaranya ;

1. Penyusunan RPBK (Rencana Pelaksanaan Bimbingan Konseling)

2. Pemilihan bahan video yang akan diberikan kepada siswa

3. Editing video yang telah dipilih dengan menggunakan software editing video yaitu Pinnacle 14 ultimate dan Ulead Video Studio 8

4. Mendiskusikan dengan kolaborator untuk menentukan langkah-langkah dan materi yang akan diberikan diawal dan diakhir penayangan video

5. Mempersiapkan sarana diruang kelas yang dijadikan subyek penelitian. Sarana disini meliputi ; media sumber berupa video, LCD dan Screen Proyektor, Sound system, kabel konektor komputer ke LCD dan Komputer ke Sound System, Kamera profesional PANASONIC MD 10000 untuk merekam reaksi emosional siswa (bisa juga menggunakan Handycam) serta Laptop

6. Pemberian pengantar sebelum penayangan video untuk menggugah emosi dan perasaan siswa.

7. Penayangan video dan perekaman (recording) video reaksi emosional siswa selama penayangan video tersebut untuk menegetahui ada tidaknya pengaruh video tersebut terhadap emosi siswa

8. Refleksi dan evaluasi terhadap tayangan video

D. PENGGUNAAN VIDEOTERAPI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI INTERNAL SISWA SMPN 1 KASEMBON MALANG ………………………………………….

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

 A. SETTING PENELITIAN

A.1 WAKTU PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan semester genap tahun pelajaran 2010 – 2011 di SMP Negeri 1 Kasembon Kabupaten malang mulai bulan Maret – April 2011 dengan uraian sebagai berikut ;

a. 7 – 12 Maret 2011 : penyusunan dan Pengajuan Proposal PTK

b. 14 – 26 Maret 2011 : Penyiapan media dan bahan termasuk editing video

c. 28 – 30 Maret 2011 : Penyusunan Instrumen Penelitian

d. 31 Maret – 5 April 2011 : Pengumpulan data PTK siklus ke 1

e. 6 – 9 April 2011 : Analisis data PTK siklus ke 1

f. 11 – 16 April 2011 : Pengumpulan data PTK siklus ke 2 g. 18 – 23 April 2011 : Analisis data PTK siklus ke 2 h. 25 – 30 April 2011 : Pembahasan dan Laporan Hasil Penelitian

A.2 TEMPAT PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Kasembon Kabupaten Malang kelas IX B B. SUBYEK PENELITIAN Adapun subyek penelitian ini adalah siswa kelas IXB semester 2 tahun pelajaran 2010-2011, dengan jumlah siswa sebanyak 34 siswa terdiri dari 15 Laki-laki dan 19 Perempuan

C. SUMBER DATA

Sumber Data Penelitian berupa ; anecdot record siswa, angket siswa, reaksi psikologis dan emosional siswa selama menjalani videoterapi dalam bentuk video rekaman

D. TEKNIK DAN ALAT PENGUMPULAN DATA

D.1 Teknik pengumpulan data menggunakan ;

1. Non tes ; pengamatan melalui video rekaman proses videoterapi, angket dan anecdot record

D.2 Alat Pengumpul data Alat pengumpul data disesuaikan dengan teknik yang dipakai. Karena teknik yang dipakai adalah non tes maka alatnya adalah Pedoman pengamatan, angket dan anecdot record

 

*) Penelitian Tindakan Kelas ini masih dalam tahap pengembangan dan saat posting artikel ini masih dalam proses PTK untuk mengetahui dampaknya terhadap motivasi internal siswa. Penelitian serupa sangat diharapkan dapat diaplikasikan pada guru BK di seluruh Nusantara. Sebab penelitian serupa masih sangat sulit ditemui di Indonesia sehingga memberi keterbatasan pada referensi yang dapat dijadikan rujukan. Video yang dilampirkan dalam posting artikel ini, merupakan reaksi fisik, psikologis dan emosional siswa ketika melihat penayangan video sedangkan sejauhmana reaksi emosional siswa dapat meningkatkan motivasi internal masih dalam penelitian.

About mgbkmalang

Blog tempat Guru BK Kab. Malang berbagi pengalaman dalam menangani berbagai persoalan Bimbingan Konseling di Sekolah
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s